Rabu, 09 November 2016

Jangan Sambil Nangis Membacanya

Anjuran Untuk Menjadi Anak Yang Soleh dan Solehah



Setelah ayahnya meninggal dunia, seorang anak telah mengantar ibunya ke panti jompo. Dia datang menengok ibunya dari satu waktu ke waktu yang lain.

Pada satu hari dia menerima panggilan dari panti jompo tersebut, yang mengabarkan kalau ibunya dalam keadaan di ujung nyawa & hampir meninggal. Dengan cepat dia datang untuk berada di samping ibunya pada saat saat terakhir.

Dia bertanya kepada ibunya :"Apakah yang ibu ingin saya lakukan untuk ibu"
Ibunya menjawab:"Aku mau kamu sumbangkan kipas angin untuk panti jompo ini, kerana di sini tidak ada kipas angin. Letakkan juga kulkas, tukang masak dan makanan, kerana sering aku tertidur dalam keadaan lapar tidak makan"
'Ibu kenapa pada saat seperti ini baru ibu menginginkan semua hal ini ?' Anak itu bertanya kembali.
Ibunya memberi alasan:"Tidak apa apa anakku, ibu sudah bisa menyesuaikan diri dengan kehidupan panas tanpa kipas dan lapar"

'CUMA IBU BINGUNG & TAKUT NANTI SAAT ANAK-ANAK KAMU MENGANTAR KAMU KE SINI KAMU TIDAK BISA MENYESUAIKAN DIRI'..

Muhasabah

 *Apa rasanya kalau ibu/ayah kita sendiri yang mengirim pesan berikut?*

Anakku
Bila aku tua,
Andai aku jatuhkan gelas atau terlepas piring dari genggamanku,
Aku berharap kamu tidak menjerit marah kepadaku,
Kerana tenaga orang tua sepertiku semakin tidak kuat dan kerana aku sakit.
Pandangan mataku semakin kabur. Kamu harus mengerti dan bersabar denganku.

Anakku
Bila aku tua,
Andai tutur kataku lambat/perlahan dan aku tidak mampu mendengar apa yang kamu katakan,
Aku berharap kamu tidak menjerit padaku,
*"Ibu tuli kah ?",*
*"Ibu bisu kah ? "*
  Aku minta maaf anakku.
Aku semakin*MENUA...*

Anakku
Bila aku tua,
Andai aku selalu saja bertanya tentang hal yang sama berulang-ulang,
Aku berharap kamu tetap sabar mendengar dan melayaniku, seperti aku sabar menjawab semua pertanyaanmu saat kamu kecil dulu,
Semua itu adalah sebagian dari proses*MENUA.*
Kamu akan mengerti nanti bila kamu semakin tua.

Anakku
Bila aku tua
Andai aku berbau busuk, amis dan kotor,
Aku berharap kamu tidak tutup hidung atau muntah di depan aku.
Dan tidak menjerit menyuruh aku mandi.
Badan aku lemah
Aku tidak ada tenaga untuk melakukan semua itu sendiri.
Mandikanlah aku seperti aku memandikanmu semasa kamu kecil dulu.

Anakku
Bila aku tua,
seandainya aku sakit, temanilah aku, aku ingin anakku berada bersamaku.

Anakku
Bila aku tua dan waktu kematianku sudah tiba,
Aku berharap kamu akan memegang tanganku dan memberi kekuatan untuk aku menghadapi kematianku.
Jangan cemas.  
Jangan menangis.
Hadapi dengan keridhoan.
Aku berjanji padamu.
Bila aku bertemu*Allah.*
Aku akan berbisik kepadaNya supaya senantiasa memberkati dan merahmati kamu kerana kamu sangat mencintai dan mentaatiku.

Terima kasih banyak karena mencintaiku.
Terima kasih banyak kerana telah menjagaku..
Aku mencintai kamu lebih dari kamu mencintai dirimu sendiri

Semoga  Menjadi peringatan & pelajaran untuk kita kalau kita masih ada ibu & ayah.

#Mari Bermuhasabah diri

(Al-'Isrā'):22 - Janganlah kamu adakan tuhan yang lain di samping Allah, agar kamu tidak menjadi tercela dan tidak ditinggalkan (Allah).

(Al-'Isrā'):23 - Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.

(Al-'Isrā'):24 - Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil".


Penulis :Hilya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar